Hujan Sore ini

•March 30, 2010 • 1 Comment

Aduh,,, pasti pada komen, lagi2 tentang hujan,, iya memang,, akhir2 ini hujan menyapa lebih sering,, sepertinya hujan sadar bahwa bumi mulai kekurangan kelembaban, tapi mungkin hujan juga sedikit lupa jika terus menerus berkunjung maka bumi pun tidak sempat untuk membereskan bekas kunjungan lalu untuk selanjutnya mempersiapkan diri menerima kedatangan hujan kembali. Walhasil banjir dimana2 deh,,

 

Hujan sore ini tepat sesaat sebelum saya tiba disebuah kedai makan “Ayam Bakar Padang”. Karena memang punya kebiasaan jelek tidak suka membawa payung jadilah saya menunggu hingga hujan bersedia menyurutkan sedikit debit massa yang jatuh ke bumi. Sembari menunggu, ada beberapa pembeli yang datang memilih ayam yang telah direbus dan dibumbui sebelumnya. Karna memang sedang tidak ada yang dikerjakan, mengamati menjadi aktivitas saya saat itu.

 

Sejauh ini masih belum ada initinya yaa,, hahahaha.. terus baca,, siapa tau ada yang bisa diambil nanti…

 

Kemudian sampailah pada pengunjung ke sekian. Adalah seorang anak kecil dengan payungnya yang datang dan sempat kikuk dan memikirkan apa yang harus ia lakukan pertama kali. Ibu (yang biasa kami panggil UMMY) penjual sedang berada di dapur dan tinggallah anak perempuannya yang sedang membalik2kan ayam yang sedang dibakar. Adik tadi sempat bingung sejenak. Ingin rasanya saya hampiri dan saya tuntun anak tersebut untuk memilih ayam jika saja sesaat kemudian dia masih tetap bingung harus bagaimana. Namun akhirnya tangannya pun bergerak mulai memilih ayam.

* Jangan biarkan pembeli kebingungan, coba hampiri dan tanya apa yang diinginkan,, Untuk menghindari ke-kikuk-an dan kebingungan pelanggan serta untuk menghindari raut wajah yang menunjukkan keasingan mereka di tempat makan tersebut.*

 

Setelah ayam dipilih dan diletakkan diatas piring menunggu giliran untuk segera dibakar dan disajikan, adik itu bingung harus melakukan apalagi. Ia tau ia harus menunggu, namun dimana?? Sebenernya terlihat olehnya ada bangku kosong didekat saya, namun sepertinya ia terlalu sungkan untuk berjalan ke arah saya *maklum anak kecil malu2 kucing*. Karna saya benar2 tidak betah melihat anak tersebut untuk beberapa menit berdiri (dan karna hujan pun mulai mengulurkan tangan persahabatan dengan meredakan sedikit debit airnya), saya pun berdiri meninggalkan kursi panas (yang memang benar2 menghangat karna terlalu lama diduduki) saya dan berdiri menghampirinya.

 

Dengan sedikit berakting melihat2 keadaan sekitar yang memungkinkan saya untuk berlari menuju kosan, saya pun bertanya “Adek, sendirian aja?”, dijawab dengan senyum malu2. “Aduh,, banjir ya” (sembari berakting ria). “Adek kenapa gak duduk?? Itu tuh disitu ada kursi, capek lho.” Kemudian (belajar dari pengalaman) saya tinggalkan dia dan berlari kekosan berkejar2an dengan hujan persis seperti gaya dalam film Korea *atau lebih tepatnya India* sembari mendongak keatas dan menikmati air yang sudah membasahi kaki dan wajah saya. Nikmat… Segar… Senang…

 

Apakabar dengan adik tadi?? Saya harap dia tidak menyia2kan usaha saya agar ia tidak malu2 lagi menempati kursi panas yang tersedia,,

 

Gak tau ya teman2, dari dulu saya terlalu sensitif untuk tidak sedih dan tidak terpikir nasib anak2 yang berjalan sendirian atau belanja sendirian. Mungkin bagi mereka itu adalah suatu kebanggaan bisa melakukan transaksi sendiri dengan menggunakan uang yang dikeluarkan dari kantong mereka sendiri (karna saya juga dulu begitu), tapi saya selalu memandang iba, seolah tidak ada orang tua yang melindungi mereka. Karna memang disekitar saya banyak anak2 kecil dari dulu sampai sekarang (dan saya sangat suka berinteraksi dengan wajah2 polos mereka), saya benar2 tidak tega melihat anak2 yang berjalan ataupun melakukan aktivitas sendirian, rasanya ingin selalu menemani dimanapun mereka berada. Apalagi jika terkadang ditambah wajah iba mereka. Tidaaaaakkkkkk!!! Jangan pasang wajah itu!! Karna sering sekali saya tersentuh ketika melihat anak kecil, saya pun berazam kelak ketika saya telah menjadi ibu, akan saya temani kemanapun mereka pergi, dan tidak telat menjemput ketika mereka pulang sekolah, les atau sebagainya. Saya harap teman2 yang membaca juga bisa berlaku demikian, kasian anak2 kecil yang belum mengerti apa2 dan masih belum sepenuhnya berani menghadapi dunia luar.

 

Semoga bermanfaat yaa..
Sedikit ataupun banyak semoga bisa diambil hikmahnya..

 

Jatinangor, 290310, 18.40


 

Tak Seperti Cipratan Air Hujan

•March 27, 2010 • 2 Comments

hujan

Jatuh membasahi bumi
Menutupi seluruh permukaan yang sempat bertemu
Mengisi ruang-ruang kosong dengan sempurna
Mengikis keangkuhan segala yang ada dalam jangkauannya
Sebelum akhirnya menutup pandangan dengan titik2 pias uap air sejauh mata menelisik

 

Itulah hujan

 

Hujan yang aku sukai
Yang memberikan rasa damai di hati
Seolah sejenak melepas penat-penat diri
Dalam rangkaian tetes air meluruhi bumi tanpa henti
Dan tak pandang bulu

 

Membuat dua menjadi satu
Menemukan yang berada diatas ruang langit kepada bumi sebagai alasnya
Meneduhkan manusia yang tak saling mengenal dibawah satu kanopi
Menyadarkan batu atas ketidakmampuan diri menghalau kekuatan air menjadikannya perlahan tiada

 

Hujan, air, tetes, adalah hebat

 

Tapi tidak dengan cipratan air hujan
Yang sore ini kulihat menyirami jalan yang aku lalui
Menebarkan bau tanah disekitar
Meniadakan polusi yang seringnya menghambat sirkulasi udara

 

Tidak,,
Tidak seperti cipratan air hujan
Yang Sesaat memberikan sensasi bersih
Namun selanjutnya menyisakan sisa2 titik air coklat pada kaca jendela rumah
Menyisakan noda semu bulat pada roda kendaraan
Menutup pandang seolah tanpa polusi

 

Tidak seperti cipratan air hujan
Yang hanya memberi kebahagiaan dalam hitungan detik-detik detak waktu
Dan meninggalkan kerja pembersihan sisa-sisa jejak air

 

Tidak,,
Aku tidak ingin merasakan cipratan air hujan
Yang aku inginkan hujan yang sebenarnya
Yang benar-benar mengguyuri segala kelelahan kalbu
Dan meninggalkanku dengan senyum kesegaran

 

Hujan yang bisa memperbaharui aku dan hatiku
Tidak untuk sesaat tapi berlanjut selamanya

 

Jatinangor, 270310, 23.04

 

To Be A Big Guy

•March 21, 2010 • Leave a Comment

“Orang besar mengambil keputusan besar”

 

Pernah denger kalimat itu?? pasti pernah kan yaaa,,,
Yeap, itu salah satu contoh bahwa menjadi besar tidak semudah membalikkan telapak tangan, menjadi besar butuh usaha yang besar juga untuk mengambil keputusan yang besar. Menjadi besar mewajibkan kita untuk bersentuhan dengan hal-hal besar seperti bermimpi besar, berpikir besar, melangkah lebar, bersosialisasi luas, keberanian yang benar-benar besar, dan pastinya berani mengambil keputusan yang besar.

 

Keputusan berkaitan erat dengan pilihan. Keputusan muncul setelah dihadapkannya kita pada lebih dari satu pilihan yang membuat kita harus menentukan prioritas dengan mendahulukan yang satu dari lainnya. Ngomong-ngomong tentang keputusan, saya jadi ingat dengan percakapan bersama seorang sahabat SMA. Dulu ketika saya sedang bingung untuk memutuskan sesuatu (saya lupa apa), saya bertanya pada sahabat tersebut tanpa memaksa saya untuk bercerita detailnya. Tanpa panjang lebar (seperti karakter cowok pada umumnya yang tidak berbelit2), dia berkata “Pilihan itu Cuma dua : BENAR atau SALAH”.. meninggalkan saya dalam diam,, bener banget yaa,,, pilihan itu Cuma dua,, bener atau salah,, no more,.. Dan sahabat saya pun meneruskan “Kalo lo udah menjadikannya pilihan lo, pertahankan aja n jangan disesali.” And for me,, semua pilihan would turn to be right and it depends on me. A lot of work left to make what things that appears as a wrong choice became a right one.. Yang nantinya malah mendulang apresiasi dari sekitar bahwa pilihan yang kita ambil tidak ada salahnya..

 

Nah sekarang apa hubungannya dengan judul tulisan saya?? Intinya ini tentang memilih, seni memilih, bermain dengan resiko and later become a big guy or used to named as Success person.. 😀 Mau jadi orang sukses?? Harus jadi besar.. dan siap untuk mengambil keputusan besar serta menanggung konsekuensinya di depan sana. Semua pasti ada deal2-annya, ada hal yang harus dipertaruhkan dan dikorbankan untuk mendapat sesuatu yang lain. Memang sudah hukum kehidupannya begitu..

 

Untuk lebih memperjelas, ada beberapa cerita mengenai pengambilan keputusan besar. Ada seorang rekan kerja yang belum lama saya kenal, rekan tersebut merupakan seseorang yang cukup menarik dan pintar. Kebelakang ini saya baru tau bahwa rekan saya itu pernah memilih untuk melepaskan pendidikan tingginya (yang biasa dy istilahkan sebagai men-DO-kan diri) karna ketertarikan bisnis yang benar2 tidak kuasa untuk dihindari. Dan ekspresi saya kala itu “WOW!!!! Berani sekali!!”,, yeap, saya yang sedikit EO (Education Oriented) sempat tidak habis pikir dengan keberaniannya untuk melakukan yang tidak pernah terlintas dalam benak saya.

 

Pada awalnya seperti yang bisa teman2 tebak, orang tuanya sama sekali tidak setuju bahkan sempat dijauhi (well, kalo saya pribadi bisa2 didelete dari silsilah keluarga mungkin yaa,,, *hehehe..lebay*), rekan saya pun (tidak munafik) sempat ngeri juga, ditambah lagi dengan penerimaan keluarga yang begitu negatif, namun hal tersebut menjadi energi baginya untuk terus berusaha dan bekerja keras memberikan bukti bahwa pilihan yang diambil tidak akan mengecewakan kelak. And seee,,,,,, dy benar2 berhasil!! Rekan saya tersebut pernah menggeluti bisnis rongsokan hingga mendulang untung 4jutaan/hari. WOW!! (lagi2 ekspresi ini yang bisa saya tunjukkan). Dan masih banyak lagi pengalaman2 hebat lainnya yang sudah ia alami sebagai mahasiswa yang men-DO-kan diri dan terjun di dunia bisnis, hingga saat ini dy menjadi seorang trainer hebat yang menjadi salah satu inspirasi saya dalam public speaking and manajemen massa.

 

Cerita diatas cukup mewakili penjabaran saya diawal bahwa semua ada konsekuensinya,, dan banyak orang besar melalui pengambilan keputusan yang besar pula,, Jangan pernah takut untuk mengambil resiko coz all the way to be success worth some risk to be passed and only a big guy can go through this…

 

“Would you like me to give you a formula for success? It’s quite simple, really. Double your rate of failure. You are thinking of failure as the enemy of success. But it isn’t at all. You can be discouraged by failure or you can learn from it, So go ahead and make mistakes. Make all you can. Because remember that’s where you will find success.”
– Thomas J. Watson

 

Jatinangor, 210310, 20.01

 

Untuk Sebuah Hati yang Tak Bisa Kujanjikan Apa-Apa

•March 20, 2010 • Leave a Comment

Malu jika harus bertemu dengannya dalam kondisi seperti ini
Kondisi yang masih belum banyak berilmu
Yang mungkin masih banyak mengecewakan dan jauh dari harapan
Malu akan jauhnya angan dan kenyataan untuknya

Aku terlalu malu bahkan untuk banyak berharap akan dia yang entah dimana
Semoga saja bukan kekecewaan yang akan menggelayuti hari2nya ketika ia telah memilih aku
Sebagai orang pilihan pelengkap tulang rusuknya sehingga kembali menjadi sempurna dan bisa beraktivitas lebih optimal lagi
Semoga saja bukan tundukan pandangan karena fisikku tidak sesuai dengan bayangannya
Sungguh,, terlalu menyiksa bahkan hanya untuk mengandai-andaikannya

Bagaimana jika nanti wajahnya tiba2 berkerut
Saat diajaknya aku berdiskusi tentang hal yang benar2 belum aq mengerti
Hal yang benar2 tidak terlintas satu ide pun untuk menjadi komentarku atas pernyataanmu
Atau mungkin ketika tanpa sadar wajahnya tak lagi sumringah seperti saat pertama ia memilihku menjadi pendampingnya

Ahh,,, aku terlalu takut untuk itu
Terlalu malu dan takut untuk menjabarkan kemungkinan2 yang membuat aku tidak sampai hitungan lima jari dari 100 angka calon istri idamannya

Untuk sebuah hati disana
Semoga kau tau bahwa aku tidak bisa memberimu banyak..
Tidak bisa menjamin sesuatu yang berlebih atau bahkan seperti Khadijah atau Aisyah sang calon istri dambaan kaum Adam
Aku ingin kamu menjadi pembimbingku..
Bersama menjadikan rumah kita menjadi sedekat mungkin dengan kehangatan rumah Rasulullah,,

Untuk kau yang entah pernah melintaskan sesosok calon yang sangat biasa seperti aku atau tidak
Kuharap senyum yang bisa aku jaminkan senantiasa menemani hari-hari kita bisa menjadi hal berarti bagi kita
Semoga ketidaktahuanku menjadikan kita satu simpul tali yang semakin erat dan menguatkan..
Semoga segala hal yang tidak bisa aku janjikan tetap membuatmu menjadikanku pilihan terbaikmu…

Sampai ketemu
Hingga saat kita mengalaminya bersama
Kelak saat Allah memberikan tanda tangan peresmiannya

 

Jatinangor, 200310, 20.13

 

Menoreh,, Menggores,, Lekang

•March 18, 2010 • Leave a Comment

Mendekat menjamah menyentuh

Menadir menyebar menyatu

Mengendap mengeras membagi

Mengerat menjerat menyekat

Menyendiri mewarnai melebur

Menoreh… menggores… dan tak lekang…

Teman,,,

Untuk mengantarku pada Teman Sejati

Jatinangor, 180310, 21.15

To 10 Tips For TOEFL Test

•March 13, 2010 • Leave a Comment

The TOEFL Test, is the most widely accepted English-language assessment used at more than 7,300 institutions in 130 countries including the U.K., U.S. and Canada. The test is divided into four sections – Reading, Writing, Listening and Speaking.

Here are some pointers and resources to help you get on your way to score well for the test.

1.Find something interesting to read and listen to, then practice speaking and writing about it.

Listen to Podcasts, recorded lectures – check the website of your favorite University. Go to news websites such as Ndtv.com, ibnlive.com, timesofindia.com. Read up on your favorite subjects on popular websites such as wikipedia.org. Tell a friend or family member about what you learned.

2.Work with a speaking partner, preferably with a native speaker of English or try an online video chat! The more opportunity you have to speak the language, the more familiar you will become.

3.Take on the role of a great journalist: Take good notes and use them to make summaries.

4.Make vocabulary flash cards and pretend you are a contestant on a vocabulary quiz show. Carry the flash cards with you often. They are a great way to make a bus ride go by quickly.

5.Visit TOEFL-TV on YouTube. http://www.youtube.com/TOEFLtv for great resources and tips from English language instructors and students that have taken the TOEFL test.

6. Reading Tips

Practice summarizing and paraphrasing texts. Use charts and outlines to organize the ideas in a text. Practice speed reading techniques. Practice reading (and answering questions) on a computer screen. Expand your vocabulary with daily-use vocabulary cards.

7. Listening Tips

i. Listen for basic information – did you comprehend the main idea, major points and important details?
ii. Listen for “pragmatic” understanding – Can you recognize a speaker’s attitude? What is the purpose of the speech? What is their role? Are they an authority or are they a passive part of the conversation?
iii. Listen for connecting and synthesizing – Can you understand the relationship between ideas? Compare and contrast. Determine the cause and effect.

8. Speaking Tips

Read aloud a short article from a newspaper, campus newspaper, magazine, textbook, or the Internet. Write down 2 – 3 questions about the article.

With a speaking partner – Answer the questions. Outline the main points of the article. Give a one-minute oral summary of the article. Express your opinion about it. If there is a problem discussed, give the solution.

Speaking Tips – Pronunciation
Speak in s-l-o-w motion. You could imitate American or British intonation and rhythm patterns. You could also work on problematic sounds, such as:
[ t ] and [ d ] – uncurl your tongue
[ p ], [ t ], and [ k ] – add some air!
[ p ] and [ b] – close your lips
[ f ] and [ v ] – lower lip to teeth

Find an accent reduction coach
Your pronunciation doesn’t have to be perfect, but native speakers should be able to understand you.
iii. Listen for connecting and synthesizing – Can you understand the relationship between ideas? Compare and contrast. Determine the cause and effect.

9. Writing Tips

Find a writing buddy who can give you feedback. Read an article and find listening material on the same topic. Write a summary of each. Explain the ways they are similar and the ways they are different.

10. Combine all your skills!

Find listening and reading materials on the same topic from the library or Internet (e.g., news websites such as ndtv.com). Take notes or create outlines on each. Give a one-minute oral summary of each.

Explain how the two relate in a short written response (150 – 225 words). Take notes or create outlines on each. Give a one-minute speech about the same.

Use free resources: http://www.TOEFLGoAnywhere.org, download TOEFL iBT Tipswatch video clips highlighting study practices, download sample questions, join communities on SMS GupShup for free updates.

(This TOEFL article was submitted by Archana Kori from the the-practice.net. )

Free Resourses: Build GRE Vocabulary Free on LearnWordlist.com

 

Read more: http://scholarship-positions.com/top-10-tips-for-toefl-test/2010/03/12/#ixzz0i1jChQaj

 

Nothing can beat the first time

•March 12, 2010 • Leave a Comment

nobody

Nothing can beat your smile as my first thing i can claimed as mine
Nothing can beat our sidewalking cause that was my first time hanging out as a couple
Nothing can beat that small cheap chocolate, cause that was my first chocolate given by a boy
Nothing can beat your hand messing up my hair cause only you ever done that to me
Nothing can beat that doll you gave me from games machine
Nothing can beat pinguin cause that was you named me
Nobody can beat you as my first person i love

Nobody ever be the same as you, cause nobody i have to compare with you

Jatinangor, 120310, 22.57