Fitrah Kali


Hasil dari chatting2an sama temen… tentang virus ‘merah jambu’ yang sedang sering menyerang teman2 dikomunitas itu,,

Saya juga g ngerti sebenernya ada siapa dengan siapa yang sedang kena virus,, Cuma sedikit meraba2 satu dua pasang yang kena virus,, tapi temen chatting itu bilang sedang banyak virus,, wah wah wah,,, siapa lagi yaa… Ah, dont care ah,, asal jangan saya yang kena virus,, hohohohoooo…

Setelah sempat membahas virus2 yang bertebaran tiba2 keluar kata2 ‘Jangan sampai kita dilemahkan hanya karna virus merah jambu’

Wahh bener banget tuw,, jangan sampai kita jadi lemah,, lemah dalam mempertahankan apa yang sudah kita jaga,, lemah dalam mempersiapkan diri untuk sesorang yang benar2 halal buat kita didepan sana,,, lemah untuk menjaga hati agar tidak didominasi manusia diatas sang pencipta,, lemah hanya karna seseorang yang mengisi waktu luang yang seharusnya bisa dimaksimalkan dalam melakukan ibadah wajib dan sunnah,,, lemah dalam memanfaatkan ketidakbermanfaatan waktu untuk mengingat Allah dengan segala hal disekitar yang perlu disyukuri dan diperbaiki,,,

Siapa yang bilang jatuh cinta itu salah?? Tidak juga,,, itu fitrah kali,,, namanya juga manusia yang diciptakan dengan hati dan rasa,, wajar kalau rasa jatuh cinta itu hadir,,, Tidak bisa kita tahan-tahan dan kita redam sekuat tenaga (malah jadi menimbulkan masalah lain). Tapi kalo yang terjadi seperti diatas dan disalurkan dengan cara yang melenceng dari yang seharusnya itu baru salah,,, Kebanyakan dari kita kan ketika sudah memiliki seseorang di hati konsentrasi otomatis jadi terbagi,, yang paling mengkhawatirkan adalah ketika konsentrasi kita untuk sang pencipta yang dikurangi porsinya,,, karna ketika kita sudah mulai melakukan itu akan mengakibatkan urusan vertikal kita tidak lagi menjadi priorotas utama,, dan ketika hal tersebut telah terjadi maka bisa dipastikan akan diikuti penurunan tingkat keimanan dan aktivitas keTuhan-an kita yang lain,, yang berbanding lurus dengan kemungkinan terjadinya peningkatan kedekatan kita dengan aktivitas yang kurang bermanfaat yang dipicu oleh keleluasaan pergerakan ‘setan’ pengganggu karna penurunan tadi.,,

Nah itu dy yang salah,,, Zaman para sahabat nabi dulu juga banyak yang mengisahkan perihal jatuh cinta,, tapi disalurkan dengan benar,, dengan cara yang seharusnya membuatnya mendekat padaNya,, bukan sebaliknya,,, atau yang berusaha sekuat tenaga menjaga rasa dan ketika benar2 sudah tidak tertahankan dieksekusi melalui lamaran dan berujung pada pelaminan,,, Sekarang tinggal saya (mengingatkan diri sendiri) dan teman2 semua yang membaca yang memutuskan bagaimana seharusnya ‘rasa itu’ disalurkan,,,

Jatuh cinta berjuta indahnya

Tapi jatuh cinta karena Allah dan menomorinya setelah Allah, indahnya tidak hanya berakhir di dunia,, tapi sampai dengan keabadian akhirat kelak

InsyaAllah,, amien,,,

Wallahuallam,,,

Dari hasil keterbatasan pemikiran individu

Jatinangor, 030110, 01.03

~ by Historina Safitri Hakim on January 2, 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: