Siapa Yang Dipanggil??



Ini cerita tentang masa kecilku,,,

masa kecil yang sepertinya sudah lamaa sekali,,, kira2 15 tahun yang lalu…

Dulu cuma ada aku dan adikku, belum ada adik yang ini, yang itu, yang disono,, yang disitu,,,, cuma kita berdua, cuma kita yang diperhatikan, termasuk dalam berbagi tugas rumah.. tidak ada pilihan lain selain aku dan adikku..

Sore menjelang terdengar ibu mulai memanggil2, “Kakak,, adek,,, sini sebentar..” teriak ibu dari ruang tengah didekat dapur,, Permainan bekel kami pun sempat terhenti sejenak,,

“Dek, dipanggil tuh, sana cepetan!!”

“Loh kan nama kakak duluan yang disebutin??” balas adikku dengan mantap…

“Yee,, yang dipanggil belakangan kan yang mau dikasih tugas, tadi kan kakak gak nyahut berarti adek yang disuruh.. Udah sana gih.”

“Koq gitu sie,,” Jawab adikku sembari meninggalkan permainan dan berlalu pergi menghampiri ibu..

Adikku yang rajin tak kuasa meninggalkan ibu sendirian di belakang, meski masih bertanya tapi dia teruskan saja langkah kaki menghampiri tugas-tugas rumah yang siap diberikan ibu.

Lain waktu,, di tengah permainan congklak sembari menonton doraemon di hari Minggu, terdengar suara teriakan ibu seperti biasanya, namun kali ini susunannya katanya sedikit berbeda “Adek,,,, kakak,,,, bantu ibu angkatin ini di dapur..”

Kecerdikan (atau lebih tepatnya kelicikan) dlam diri pun membuatku memprovokasi adikku untuk meninggalkan aktivitasnya bersamaku untuk membantu ibu didapur, masih dengan pertanyaan yang sama “Loh, koq adek sie kak,, kan kakak yang dipanggil belakangan,,,”

“Ih,, tadi adek gak denger ya?? Ibu manggil adek lebih keras dari manggil kakak. Cepetan ntar ibu marah lho,,”

Tanpa banyak mengungkapkan pertanyaan2 akan keanehan regulasi yang aku berlakukan, adikku tetap setia untuk menjadi yang pertama menghampiri ibu dan membantunya didapur.

Hahahaha,, sebenernya itu semua hanya kelicikanku, tapi entah kenapa adikku selalu saja tak kuasa untuk tidak menolak panggilan ibu,,, Dan hal tersebut terjadi terus menerus,, Aku yang malas dan adek yang rajin selalu memposisikan dia untuk menjadi asisten tetap ibu meski aku sedang tidak melakukan apa-apa.

Sampai saat menjejak perguruan tinggi dan kami pun harus berpisah,, adikku masih suka mengenang masa-masa ketika ia menikmati pembodohan diriku terhadapnya, adikku merindukannya, begitu pun aku

Dan sekarang saat aku tak lagi tinggal bersama terpisah oleh jarak, aku ingin ibu kembali memanggilku dan aku akan menemani adikku bersama menghampiri ibu di dapur,,,

Miss u my lovely sistah…

Jatinangor, 091209, 22.16

~ by Historina Safitri Hakim on December 21, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: