LANGIT


Ketika kupandang langit

Terhenyak kusadari kekerdilan diriku

Kupandang lagi langit

Aku hanyalah satu partikel udara dalam luasnya langit itu

Kembali kupandangi langit

Lagi-lagi kutemukan keterbatasan diriku diantara langit yang tak berbatas

Masih langit yang sama yang kupandangi

Aku tidak juga beranjak membesar apalagi menyaingi ke-Maha Besar-an langit

Langit itu tak terhindarkan untuk terus terpandang

Dan aku masih tetap tak tertangkap ekor mata langit dalam ragam warna dan bentuk yang ditangkapnya

Setiap kali kupandangi langit

Aku sadar, aku bukan siapa-siapa

Yang tak mampu berbuat apa-apa

Sampai kapanpun

Karna ada yang langit sembunyikan akan aku dan yang dinaunginya

Bahwa langit tak terelakkan untuk bisa ditandingi

Langit akan selalu mengingatkanku pada-Mu.

Jatinangor, 081209, 01.44

~ by Historina Safitri Hakim on December 7, 2009.

2 Responses to “LANGIT”

  1. luar biasa kebesaran Yang Maha Kuasa

  2. benar sekali,,,
    nah masalahnya kita cuma bisa menikmati ato bisa sampai mengambil hikmah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: