SPASI (Filosofi Kopi)


Seindah apapun huruf terukir, dapatkah ia bermakna jika tidak ada jeda??

Dapatkah ia dimengerti jika tidak ada spasi??

 

Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak??

Dan saling menyayang bila ada ruang??

Kasih sayang akan membawa dua orang semakin berdekatan, tapi ia tak ingin mencekik, jadi ulurlah tali itu.

 

Napas akan melega dengan sepasang paru-paru yang tak dibagi.

Darah mengalir deras dengan jantung yang tidak dipakai dua kali.

JIwa tidaklah dibelah, tapi bersua dengan jiwa lain yang searah.

Jadi jangan lumpuhkan aku dengan mengatasnamakan kasih sayang.

 

Mari berkelana dengan rapat tapi tak dibebat.

Janganlah saling membendung apabila tak ingin tersandung.

 

Pegang tanganku tapi jangan terlalu erat, karna aku ingin seiring, bukan digiring.

 

Taken from : Filosofi Kopi by Dewi Lestari

~ by Historina Safitri Hakim on November 6, 2009.

2 Responses to “SPASI (Filosofi Kopi)”

  1. ^_^

    Baguuus nih .. salah satu yang gw suka di filosofi kopi🙂

  2. iya,, sama…
    ngomong2, disana siapa ya??
    hehe😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: