TERIMA KASIH KARNA ANGKA (1) ITU TIDAK DAPAT KURAIH


Berawal dari mana ya?? Yang pasti terinspirasi dari kegiatan tanggal 25-26 agustus dan hari-hari sebelumnya selama ngejalanin Prabu Unpad. Sewajarnya kegiatan organisasi dan kepanitiaan, tak pelak gejolak emosi dan dinamika team tak terhindarkan,, akan tetapi hal-hal tersebut yang justru menjadi ide awal tulisan ini.

Jika kita kembalikan kepada satu titik inti dari masalah keorganisasian atau kepanitian, sebenarnya sumber terjadinya hal-hal (yang jika tidak dihandle dengan baik) berdampak negatif adalah satu hal, karna kita TIDAK SEMPURNA. Sesempurnanya kita tidak akan mencapai angka 100%, karna angka 1 terpisah dari 99 angka lainnya dan tidak akan mungkin kita dapat merengkuhnya.

Begitulah mekanismenya, antara makhluk yang diciptakan dan sang penciptanya. Ada hal-hal yang memang hanya diketahui oleh sang pencipta, agar jika suatu hari terjadi pembelotan maka Sang Pencipta dapat mengendalikannya dan menanganinya dengan baik. Mengapa demikian?? Setelah sejenak berpikir, sepertinya hampir semua pencipta mengetahui bahwa suatu hari nanti mungkin sekali unsur-unsur keserakahan hadir dalam makhluk yang diciptakanNya hingga ingin mengkudeta dan mengambil alih posisi Sang Pencipta. Atau minimal tidak mau berterimakasih dan tidak mengerti balas budi.  Taukah kita bahwa sebenarnya Yang Maha Kuasa sudah bisa memprediksikan hal tersebut akan terjadi kelak. Sang Pencipta kita hanya tidak ingin tergeser posisinya dan digantikan dengan yang lain, agar kita selalu mengingatnya… Oleh karna itu hati-hati jika rasa kita yang paling tinggi kita serahkan kepada selainNya, kemungkinan besar Sang Pencipta akan mengambil milik kita untuk memberikan pemahaman akan posisi sang pencipta dan kecemburuannya..

Jika dikaji lebih lanjut lagi, ternyata dengan 1 angka yang disembunyikan itu, Sang Pencipta kita justru ingin membuat kita makin sempurna, kesempurnaan yang dihargai dengan tinggi, dengan jerih payah yang menakjubkan hingga apresiasi akan ketenangan dalam menghadapi segala kekurangan yang kita memiliki yang membuat kita semakin merasakan kedekatan akan kesempurnaan tersebut. Wah,, memang kita hanya makhluk yang diciptakan,, sampai setua ini dulu baru sedikit mengerti setetes ilmu dari hamparan samudran ilmuNya yang luas. Sebegitu sempurnanya Sang Pencipta kita menciptakan kita sampai-sampai ada ketidaksempurnaan yang sengaja disisipkan agar kita makin sempurna..

Sang pencipta kita hanya ingin kita menemukan kesempurnaan itu dengan sendirinya, tanpa bantuan dariNya. Agar pengertian sempurna itu merasuk kedalam jiwa, hingga kita menemukan bahwa hakikat kesempurnaan itu berawal dari ketidaksempurnaan kita. Dari ketidaksempurnaan itu kita mulai mengerti makna syukur dan nikmatnya bersyukur yang menjadi kunci utama muntuk membuka gerbang kesempurnaan.

Bahkan Nabi Muhammad pun memilih untuk menyedekahkan miliknya yang paling berharga agar beliau dapat selalu bersyukur. Syukur itu amat nikmat rasanya,,, Apa jadinya kalau kita diciptakan sempurna, tanpa ada kelemahan dan kekurangan apapun,,, maka kita tidak akan pernah mengerti bagaimana bersyukur bahkan tidak mengenal kata syukur dalam kamus hidup ini.

Terus saja mensyukuri apa yang telah diberikanNya setelah usaha maksimal dilakukan, maka rasa berkecukupan akan segala hal yang kita miliki sedikit demi sedikit, lambat namun pasti akan  mengantarkan kita pada kata SEMPURNA.

Jatinangor, 28 Agustus 2009 pkl. 19.12

~ by Historina Safitri Hakim on August 28, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: