TRILOGI : AKTIVITAS, KEIKHLASAN dan KESABARAN


Tanggal 19 juli yang lalu dilakukan upgrading panitia granada FKDF Unpad untuk persiapan Ramadhan. Hari itu pun tidak terlewatkan dengan  menambah hikmah akan nikmat hidup yang masih diberikan. Upgrading diawali dengan games dan diakhiri dengan materi dari senior FE Unpad (lupa namanya).  Materi yang diberikan mengenai keikhlasan dalam menjalankan amanah dan pentingnya untuk terus memperbaharui niat hanya untuk meraih ridhoNya.

Sulitnya menjaga keikhlasan dalam setiap aktivitas yang kita lakukan membuat amalan-amalan yang kita lakukan seringnya ternodai. Sebenernya apa sie ikhlas?? Ada yang bilang ikhlas itu ketika kita melakukan amalan-amalan tersebut bukan karna orang lain, bukan karna ingin terlihat hebat, bukan karna ingin dipuji, dan alasan-alasan lainnya terkait pandangan orang terhadap kita. Sebagian orang juga berpendapat bahwa ikhlas itu ketika aktivitas kita terbebaskan dari polutan duniawi. Ada juga yang bilang ikhlas itu ketika kita mulai bertanya “Apa tadi kita sudah ikhlas?? Takut g ikhlas nie..“ Sampai ketika kita mempertanyakan keikhlasan kita,, saat itulah kita ikhlas. Dan ada juga yang menganalogikan dengan adegan *maaf , Buang air besar (BAB) di WC Umum. Ketika kita mulai menutup rapat-rapat pintu WC, kemudian mulai menyalakan kran air berharap aktivitas kita tidak terdengar dari luar (dengan segala bunyi-bunyi yang ditimbulkan). Kemudian kita siram sebersih-bersihnya hingga tidak ada jejak dan tidak lagi berbau bahkan kalau bisa orang tidak tau bahwa kita baru saja BAB. Dan ketika kita mengeluarkannya kita merasa lega. Proses ini kita lakukan secara diam-diam, tanpa jejak, dan berharap tanpa diketahui oleh siapapun, itulah kurang lebih contoh ikhlas.

Melihat deskripsi keikhlasan diatas sudah jelas bahwa ikhlas itu sangat sulit dilakukan. Ikhlas bukan satu hal yang sekali dilaksanakan dan selesai begitu saja  melainkan sesuatu yang harus dilakukan secara terus menerus (istimror), diawal, saat dilakukan, dan diakhir. Ikhlas juga tidak ada yang bisa mengukurnya, urusannya langsung dengan sang pencipta. Satu hal yang pasti bisa kita lakukan untuk menjaga keikhlasan kita yaitu dengan terus menerus memperbaharui niatan.

Ikhlas juga sangat dekat dengan polutan duniawi, terutama riya. Ketika kita melakukan sesuatu untuk dilihat orang. Untuk itu penting diakukan perbaharuan niat dalam penjagaan dari timbulnya riya-riya kecil yang akan menurunkan nilai amalan-amalan kita. Riya ibarat semut hitam yang berada diatas batu hitam dalam kelamnya malam. Begitulah riya yang menjadi godaan dalam keikhlasan, sama sulitnya mendeteksi “apakah kita riya atau tidak?” dengan “sudahkah  kita ikhlas??”. Hati hati dengan riya yang dapat mengubah niat menjadi ketidakikhlasan. Terus evaluasi sepanjang proses aktivitas yang akan, sedang, dan telah kita lakukan.

Keikhlasan disini sangat dibutuhkan dalam komitmen untuk menjalankan aktivitas secara konsisten (hold on ur plan) dengan diimbangi kesabaran dalam menjalaninya. Aktivitas yang kita lakukan jika tidak dibarengi dengan keikhlasan dan kesabaran menjalaninya membuat aktivitas dilakukan dengan ketergesa-gesaan dan tidak membuahkan hasil akhir dengan kualitas yang baik. Ingat, yang penting adalah prosesnya, tanpa bermaksud mengenyampingkan hasil yang maksimal. Kesuksesan suatu aktivitas bukan terletak pada hasil akhir, terkadang hasilnya tidak memuaskan bahkan jauh dari memuaskan, jauh dari yang telah ditargetkan di awal namun bisa digolongkan sukses karena kualitas proses dalam menjalankan aktivitas tersebut. Jika orientasi kita adalah hasil maka sangat mungkin yang terjadi adalah kita menghalalkan segala cara untuk mencapainya. Akan tetapi jika orientasi kita adalah kualitas proses, ketika hasilnya tidak memuaskan tidak akan ada kekecewaan, karna usaha yang dilakukan telah maksimal. Kita sebenarnya sedang diberikan pelajaran olehNya yang dirangkum dalam proses pencapaian tersebut. Sometime we just have to let it go n let GOD decided what best for us.

The real enemy we all try to find these long time is inside us, against our self is the hardest part of life.

~ by Historina Safitri Hakim on July 26, 2009.

2 Responses to “TRILOGI : AKTIVITAS, KEIKHLASAN dan KESABARAN”

  1. Ikhlas … tanyakan pada HATI-mu… ^_^

  2. hihii… lucu mbuat perumpamaan ikhlas dengan BAB. sip2 ^_^

    sabar juga mempunyai ikatan yang erat dengan syukur. Yaitu bersabar saat berusaha, dan bersyukur atas hasil usaha. karena dilakukan berorientasi pada proses ^_^

    “Moga Allah menjaga hati2 kita dari segala macam penyakit hati termasuk riya yang amat samar”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: