MARAH TANDA SAYANG


Berawal dari pengalaman keluar malam, sama temen-temen alumni ESQ untuk nyiapin buat Gerakan Menghapal Asmaul Husna (GEMAH) anak-anak TPA. Kebetulan memang pada bisa kumpulnya malem dan selesai rapat kita langsung menuju tempat yang akan dipakai buat acara besok. Baru sampai di depan pintu ruangan tiba-tiba ada telpon “Histor, lagi dimana? Sama siapa? Ngapain? Kq malem-malem?? “ Ooopsss,,,, ternyata secepat itu laporan sampai ke teman yang lain dan angsung serta merta diinterogasi. Langsung g bisa jawab. Udah dijelasin sie buat acara ini, disini, lagi mau ngurus ruangan takut g sempet beres-beres n sama si ‘ini’ (yang dijadikan jaminan bahwa histor akan baik-baik saja) lagian rame kq, ada temen cewek yang lain. =( Langsung diceramahin, jangan terlalu sering pulang malem, karna blablablaa… peraturan baru ini itu anu… Oh no,,, hati langsung gak enak, hati nurani menyadari ada yang tidak benar memang,, tidak bisa dibohongi bahwa ketika keluar malam ada rasa was-was yang hadir.

Histor sebagai orang yang moody-an langsung tidak bisa berekspresi santai dan tertawa lepas bahkan benar-benar tersenyum pun susah. Ugh,,, cepat sekali ya sampainya. Langsung bertanya-tanya “Siapa ya yang ngelapor?”. Perasaan gak ada yang dikenal deh disekitar sini. Khawatir deg-degan dan panik ketika handphone mulai berbunyi tanpa henti. SMS berdatangan dari si temen tadi. Howaaaa…… Mood udah IS NOT nie… Temen-temen yang sedang survey bareng disitu pun menyadari keganjilan perubahan ekspresi histor. Mulai bertanya dan menyangsikan ekspresi histor yang terlihat tidak lagi menikmati kerja malam itu. Langsung histor ceritakan. Dan mereka langsung memberondong dengan pertanyaan-pertanyaan lainnya “Kq bisa?? Gimana taunya?? Udah gapapa kan kita disini gak ngelakuin hal aneh. Kita mau nyiapin buat acara baik besok. Histor tenang aja, tar lagi juga pulang kq,,,”

Hingga sampailah berita kekhawatiran histor ke si ‘ini’ yang tadi jadi jaminan histor akan baik-baik saja ke teman histor yang menelpon. Dan guess what?? Dia ketawa-ketawa nyengir kecil, histor terus pengumuman termasuk ke dia yang tetap nyengir-nyengir kesenengan “Iya nie, siapa ya? Cepet banget? Jadi gak nyaman lagi. Pengen buru-buru balik.” Dan tiba-tiba dia (si ‘ini’) berkomentar “Itu kan ‘ini’ yang ngelaporin…” “Hah??? Seriusan???” “Abisnya malem-malem masih diluar, pasti belum izin kan..” Hikss,,, ternyata pelakunya diaa…. oh nooo…. tapi khawatir tetep gak ilang. Histor bakal berusaha untuk mengurangi intensitas keluar malem,, kapok!! =(

Dari kejadian itu sempet sebel, beuhhh dikontrolnya ampe segitunyaa… tapi ada rasa senang juga. Sebenarnya kejadian itu menunjukkan perhatian teman ke histor. Mereka justru pengen ngejagain histor dari hal-hal buruk yang mungkin terjadi. Bisa juga dianalogikan dengan seorang ibu yang memarahi anaknya ketika jajan sembarangan meskipun jajanan tersebut terlihat enak dan nikmat. Ibu tau mungkin makanan itu enak, tapi ibu lebih suka melihat kita sehat dibandingkan kenyang dan senang dengan makanan yang mungkin nantinya akan membuat anaknya sakit dan ibu dirundung kesedihan. Jadi sebenarnya tidak semua protes, larangan, marah, dan hal-hal bertentangan lainnya berarti seperti yang terlihat dari luar, sebenarnya ada unsur cinta dan kasih sayang yang disisipkan kedalamnya dengan ekspresi tersebut dengan tujuan menjaga kita agar baik-baik saja dan tidak terjadi hal buruk.

Hal lain yang bisa diambil hikmahnya dari kejadian ini adalah seharusnya kita tidak terus takut dengan orang-orang yang kita kenal, bahkan diantara lingkungan yang kita tidak saling mengena satu sama lain pun hal yang seharusnya dijaga harus tetap dijaga, yang tidak dilakukan jangan dilakukan, yang patut dihindari ya dihindari, karna sebenernya ada satu Dzat yang selalu melihat pergerakan kita. Tidak akan pernah kita bisa bersembunyi dari-Nya. Dialah Tuhan Yang Maha Esa. Teman yang menelpon dan yang mengingatkan tadi hanyalah kepanjangan tanganNya untuk membuat skenario peneguran ini semakin indah.

Terima kasih masih perhatian dengan memarahi histor dan mengingatkan kesalahan-kesalahan yang mungkin akan diperbuat, jangan sampai hal seperti ini hilang. Atau terus buat kesalahan agar terus dimarahi dan diperhatikan?? Hahahahaha… itu sie kurang perhatian…. =P

~ by Historina Safitri Hakim on July 18, 2009.

3 Responses to “MARAH TANDA SAYANG”

  1. Like this!

    suatu perhatian temen ke temannya…hehehe…serruuu tuhh…🙂

  2. iyaa,,,, alhamdulillah masih diperhatiin,,,,
    nikmatin,, sebelum semuanya hilang.

  3. yoiii…berterima kasih kepada semua orang yg telah memperhatikan kita…😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: