PUTIH BIRU


Btw btw,,, ternyata banyak ya yang bisa dituliskan dari pengalaman-pengalaman masa lalu. Dari pengalaman, kesalahan yang kita pelajari, kayak iklan rinso “Gak ada noda ya gak belajar”. Jadi inget salah satu pengalaman selama menjadi siswa (sebelum menjadi MAHAnya siswa) SMP dengan seragam putih biru… Hmmm,,, histor lulusan SMP swasta yang sama sekali tidak terkenal (well,, bukan menjelek-jelekkan sekolah sendiri tapi itulah kenyataan). Kenapa bisa path mimpi-mimpi untuk bersekolah di sekolah-sekolah unggulan menyimpang menjadi swasta yang tidak high quality pula??? Jawabannya ADALAAAAHhhh…. karna pas itu histor siswa pindahan dari tempat kakek menuju daerah ibukota bandar lampung yang ternyata tidak cukup bermodalkan ijazah dengan nilai yang masih sangat layak dipersaingkan,, ke SMP N ** ditolak karna penuh,, SMPN ** juga sama,, dan seterusnya berulang hingga ibu dan histor pun lelah. Bahkan sampai mau membeli kursi pun (untuk bisa terdaftar di SMP N ** tersebut) tidak bisa. Heeeeuuuhhhggggghhh…. Entah bagaimana jalan ceritanya hingga sampai lah ke SMP swasta tempat histor akhirnya menghabiskan masa-masa putih biru itu dan terdaftar resmi bahkan diterima dengan sumringah oleh kepala sekolahnya.

Sama sekali tidak bermaksud sombong, tapi bapak kepala sekolah sangat senang dengan adanya histor sebagai murid pindahan yang nyasar disekolah yang rata-rata siswa pendaftarnya adalah siswa-siswa yang sudah putus asa karena tidak lulus mendaftar di SMP negeri. Histor stress berat!!! Sudah melenceng dari rencana dan cita-cita sewaktu SD dulu. Sampai-sampai histor terus menangis karena menyesal kenapa Timor-Timur harus merdeka, sekolah impian yang sudah ditangan hilang sudah bersama peperangan yang terjadi. Ibu ikut khawatir dan terus menjaga takut-takut histor bunuh diri kali ya,, hahahah ibu,, ibu…  Yahhh,,, akhirnya dengan sangat amat sangat berat hati dijalani lah masa-masa SMP tersebut.

Pada awal penerimaan di SMP tersebut, bapak Sunarto selaku kepala sekolah berkata “ Bu,, kalo memang mutiara mau ditaruh di lumpur juga tetap mutiara. Kalo memang anak ibu mampu, mau keluaran sekolah swasta juga tetap bisa masuk SMA Negeri Favorit.”. Pada saat itu tidak terhibur dengan kata-kata pak Sunarto yang hanya lewat. Tetapi seiring berjalannya waktu alhamdulillah ternyata perkataan si bapak terbukti, bisa juga masuk SMA Favorit di Lampung.

Bersama teman-teman lainnya alhamdulillah (lagi) histor bisa lebih menonjol dalam hal prestasi (karna itu tadi, anak-anaknya desperado masuk situ jadi gak maksimal). Hanya di caturwulan pertama sempat membayar SPP selanjutnya hingga lulus tidak pernah sekalipun membayar, bahkan berkesempatan memperoleh beasiswa lainnya. Dengan kata lain, dengan bersekolah disini orang tua sangat teringankan (dikala kondisi ekonomi keluarga sedang labil-labilnya). Akan tetapi ternyata dibalik semua dosa-dosa yang telah sering dilakukan dengan sadar, terdapat dosa-dosa tanpa sadar yang dibuat. Secara tidak langsung kebahagiaan histor membawa kesengsaraan bagi teman lain.

Sebut saja ‘H’, dia adalah juara tak terkalahkan sebelum kepindahan histor keSMP tersebut. Semenjak ada histor beasiswa si ‘H’ pun berpindah ke histor. ‘H’ yang selanjutnya diketahui berasal dari kelas menengah ke bawah pun cukup kerepotan karna itu. Keringanan yang ‘H’ berikan ke orangtuanya pun hilang, bahkan mungkin yang menjadi janji agar ia dapat terus bersekolah. Setelah histor ketahui itu, histor sangaaatt sediihhh,,, ingin rasanya tidak belajar agar dia kembali menjadi juara 1 dan mendapatkan beasiswa-beasiswa itu. Tapi bagaimana juga memaksakan diri untuk tidak belajar. Akhirnya histor memutuskan untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah berpindah tangan itu agar ‘H’ merasa tidak menyesal dan merasa histor memang pantas mendapatkannya (tidak disia-siakan). Saat itu histor sadar bahwa tidak semua kebahagiaan kita menjadi kebahagiaan orang lain juga, ternyata tetap ada pihak-pihak yang dirugikan dari tawa-tawa bahagia kita.

Terimakasih ‘H’, diammu mengajarkanku satu lagi pelajaran hidup.  >o<

~ by Historina Safitri Hakim on July 7, 2009.

7 Responses to “PUTIH BIRU”

  1. iya,,,,ampe sekaranpun sejarah itu masih sering di bicarakan sama guru2 si situ,,(ktanya suka ngeyel tentang pelajaran),,tul ga???,,pak narto n pak ajadin. Ampe kebawa2 ke SMP sebelah ceritanya,,,
    btw,,,dulu mw ke SMP sebelah ya (SMP N **),,,,_^
    …mutiara hitam dari tim-tim…

    skenario Allah tu memang INDAH….

  2. oh ya?? masa sie ampe sekarang?? woaahhh,, kangen pengen ngunjungin sekolah,,, pengen mereka ikut bangga dengan pencapaian histor n pengen biar mereka menyadari kalo semua ini juga karna mereka guru2 histor tercintaa…
    hahaha,,, ngeyel gimana?? masa sie?? lupa lagi…😛 dulu teh daftar di banyak SMP,, SMP 8, 22, 25, 1, 10,, dll makanya ditulis **

    heh,,, btw,, kq mutiara histam sie??😦

  3. hehe…
    mutiara juga ada yang hitam,,,
    ga kok,,,cuma perumpamaan aja,,,
    mw hitam or putih,,kan sejarah yang ditorehkannya luar biasa,,,

    (mang histor putih???,,)hehe

  4. hahaha,,, tapi gak nsehitam itu juga..
    iya aja deh iyaaa….

  5. ..saLUt, Mutiara yg sesungguhx tetap indah walau sering trgores duka

  6. ini roland ya???
    hehehe makasihh,,,,

  7. mutiara terpendam kini kuliah di UNPAD…^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: