JEMBATAN MASA DEPAN


Sambil nyari-nyari ide buat nulis tiba-tiba inget kebiasaan telpon-telponan sama ibu,, sejenak terngiang pembicaraan kala itu.

“Kak, inget lho,,, ibu dulu udah dibangunin sama datuk (red-kakek) jembatan, tapi jembatan yang mampu dibangun oleh datuk hanya jembatan kayu yang tidak tahan lama dan tidak akan menjangkau luas. Coba liat jembatan kayu hanya ada di pelosok, di pedesaan, begitulah yang bisa datuk bangun untuk meniti masa depan ibu. Dan sekarang, ayah sama ibu sudah berusaha membangunkan anak-anaknya jembatan yang lebih kokoh lagi, jembatan yang terbuat dari besi, jadi kakak harus bisa lebih dari ibu yang hanya dibangunkan jembatan kayu. Kakak pasti bisa sampai kemana-mana, jaringannya lebih luas, pilihannya lebih banyak, yang dilihat pun lebih beragam. Untuk itu kakak harus jadi yang terbaik, buktikan bahwa jembatan itu bisa membuat kakak jauh lebih baik lagi”.

Hmmmppphhh,,, ya,, orang tua selalu membangunkan kita jembatan yang lebih baik dari yang pernah mereka miliki dulu. Orang tua ingin kita mendapatkan yang lebih baik, dengan segala kemudahan dan sesedikit mungkin rintangan yang dihadapi. Tapi terkadang kita sebagai seoarang anak lupa akan perjuangan mereka dalam membangun semua itu, jembatan tanpa hambatan itu, jembatan yang tidak akan mudah goyah dan runtuh begitu saja. Begitu besar usaha yang telah mereka lakukan untuk masa depan kita. Lupakah kita?? Atau mungkin pertanyaan yang lebih tepat “Taukah kita?? Taukah kita akan semua kesulitan yang mereka hadapi hanya agar kita anak-anaknya dapat menjaga senyuman kita lebih lama di wajah-wajah ini?? Untuk menjaga agar mata-mata sembap itu terhindar dari hari-hari yang kita lalui??”

Kemudian,, kalaupun kita telah mengetahui itu semua, sudahkah kita membalas keringat-keringat mereka?? Telah maksimalkah kita untuk menorehkan wajah-wajah kebanggaan di hari-hari tua mereka yang bahkan kita tidak tahu berapa tahun, bulan, hari atau bahkan beberapa jam lagi kita masih bisa melihatnya??

Malu rasanya diri ini ketika mengingat bahkan saat jembatan ini masih berdiri dengan tegak dan kokohnya, kita masih saja membuat mereka menangis, membuat mereka hanya memiliki wajah yang kuyu, lelah, dan habis dimakan usia. Dan lebih malu lagi ketika mulut ini masih berkata-kata kasar dan mata ini masih memandang rendah semua yang telah dilakukannya, tapi mereka tetap menyampaikan rasa sayang dan bangganya dengan tulus. Apakah hati ini sudah demikian membatu hingga tak lagi bisa menyadari betapa tega diri melakukan hal yang hanya membuat mereka direnggut oleh waktu tanpa raut kebanggaan yang terpasang seperti yang telah mereka cita-citakan.

Syukurlah jika kita masih bisa menyadarinya. Karna tidak ada kata terlambat. Mereka selalu menunggu kita untuk mempersembahkan yang mereka impi-impikan. Hanya satu, kita dengan kata terima kasih yang tak terucap tapi terlihat oleh prestasi, dan kasih sayang yang mengikat hati ini jauh lebih kuat. Teringat kembali bahwa kelak di padang mahsyar mereka tidak lagi mengenali kita, miris hati ini, menangis tanpa kata mengingat kewajaran jika mereka tidak mengenali  kita dengan segala sikap menyusahkan ini. Akan tetapi, bagaimana mungkin kumampu untuk tidak mengenalinya?

Allah,, Jagalah mereka..  Seperti mereka menjagaku sewaktu kecilku

~ by Historina Safitri Hakim on July 5, 2009.

10 Responses to “JEMBATAN MASA DEPAN”

  1. Bagus… Desta jadi berpikir,,, jembatan aoa yang dah dibuat?

  2. pastinya jembatan terbaik yang bisa dibuat orang tua desta saat itu,, apapun itu tapi dengan usaha terbaik mereka. untuk itu kita juga harus memberikan yang terbaik dari kita..
    ^^

  3. Assalamualaikum.war.wab.. wah thanks ya Histor… it’s really inspired me.. hmm cuz baru kusadar belum ada prestasi yang membanggakan yang dah kupersembahkan ke ortu… terus berkarya yah… Wish u great… (Histor, izin ku post di wall FBku ya sebagian/ tulisanmu OK…)

  4. Wa’alaikumsalam…. wah,, alhamdulillah kalo bisa menginspirasi,,,
    gapapa kalo mau dicopy tapi jangan lupa created by : Histor yaa… hehehe…
    terus baca2 update tulisan histor,,, n komen2,,
    makasih lagi ^^

  5. jembatan…
    apaun pembahasanya,,,aku tahu perasaan ini
    pernah kah engkau melihat “kedua orang tuamu membincangkan dirimu dengan bahasa yang penuh harapan,,tak tersadarkan ada tetes air mata yang menyapu pipinya (itu ibuku)…dan yang lain menengkan dengan harapan yang sama (itu ayahku), dikala enkau tertidur dan malm tak bergeming menyaksikannya,,tak sengaja ku terbangun dan mendengar itu”…

    ,,orangtuaku motivasi terbesar dalam hidupku…
    tulisan yang bagus..

  6. wooaahhh bagus tuw kata-katanyaaa….
    makasih udah bilang tulisan ini bagus ^^
    inget!! orang tua itu kepanjangan tangannya Allah,, jadi harus hati-hati,,🙂

  7. he’eh..
    banyak yang musti ditunaikan kepada mereka..
    baru memikirkan diri,,,
    tapi kadang kala sering kebalik,,,hah..
    ,,semoga aja bisa kubuat mereka tersenyum bangga”..
    histor juga,,kyaknya dah banyak buat bangga,,siiip..
    baru dah menjemput…
    tuing…tuing….

  8. menjemput naon????
    tuing tuing kayak bola bekel ajaa..

  9. saat untaian demi untaian kata memberikan titik cahaya dan pencerahan hati..
    saat kalimat demi kalimat yang dituliskan memberikan regukan dari hausnya jiwa..
    maka saat itulah tulisan kita akan memberi ruh kehidupan agar dunia terus berdegup..

  10. woaahhh kayaknya tulisan projek k gorby bakal oke banget nie,,,,
    btw,, maksdnya tulisan histor udah gitu belum?? hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: