SPIRIT IN THE NAME OF BURDEN


Tulisan ini berhubungan dengan beban yang kita emban dan semangat yang menyertainya. Kita sebagai manusia, sebagai seorang anak, sebagai seorang mahasiswa, sebagai seorang teman, sebagai bagian dari masyarakat, dalam status apapun kita tentunya ada beban yang diberikan beserta gelar/status yang kita sandang. Beban minimal adalah mempertahankan image yang baik mengenai status kita. Beban menjadi manusia yang berguna, anak yang berbakti, kakak yang bisa menjadi contoh, mahasiswa yang baik, teman yang setia, dan beban-beban lainnya. Beban-beban yang tidak bisa dihindari, karena dari lahir pun kita telah diberikan beban minimal dari dua status sebagai hamba Tuhan dan seorang anak.

Dalam menjalankan statusnya, dan semua beban bersamanya tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan, membutuhkan proses dengan motivasi untuk melakukan dan semangat untuk menjadi seseorang dengan status idealnya. Hal yang selalu membuat kita terus maju dalam menghadapi tantangan akan status-status yang kita sandang adalah semangat dalam menanggapi dan menyambut tantangan dan membuktikan bahwa kita pun bisa mewujudkan yang ideal itu seperti apa. Kita manusia, dia manusia, nabi pun manusia, mereka saja bisa, kenapa kita tidak? Kita diberikan beban-beban karena kita juga memiliki bahu untuk menyandarkannya, kita pun memiliki kemampuan dalam mengatasinya, tidak ada yang diberikan oleh Tuhan diluar batas kemampuan makhluk ciptaanNya.

PS : Maaf ya kalo tulisannya tidak seheboh judulnya,,hahaha

~ by Historina Safitri Hakim on July 1, 2009.

3 Responses to “SPIRIT IN THE NAME OF BURDEN”

  1. waduh, penggunaan istilah beban kok kayany terlalu serem dan berat yah. hehe🙂
    banyak peran yang harus kita jalanin tanpa harus merasa terbeban kan?!🙂

    mewujudkan yang ideal, semacam ideal self vs real self yaaa tor? hem…

  2. Histor seperti menyatakan kl hidup kita ini adalah BEBAN. can u expaline 2 me? coz i think dat was wrong. or maybe i wrong in da conclusion..hehe

  3. wah wah wah jadi kontroversial begini,, hehehe,,, mungkin terlalu berlebih kalo dibilang beban tapi harus realistis bahwa memang itu awalnya akan menjadi beban,, nah tapi dengan semangat dan motivasi untuk mewujudkan yang ideal akhirnya beban itu tidak berasa menjadi beban,,, bukan berarti hidup ini adalah beban,, tapi dengan menganggap hal-hal tersebut jadi beban kita jadi lebih semangat untuk sesegera mungkin mengurangi beratnya di bahu2 kita… hmmm,,, mungkin kurang tepat cara membahasnya kali ya…
    anyway,, thanks semua tanggapannya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: