METODE SURVEY


Sebagai anak eksak yang sedang menghadapi tantangan tugas akhir, terus menerus memikirkan kira-kira judul apa yang menarik, aktual  dan bermanfaat, penelitian seperti apa yang bisa dilakukan dalam waktu singkat dan tidak menghabiskan waktu terlalu panjang, dimana tempat yang nyaman untuk dijadikan tempat peneitian, dan seterusnya. Sambil mengisi waktu dan melengkapi buku biru, jarkom-jarkom untuk menghadiri sidang kolokium senior pun tak dapat dihindari. Hari ini, teh yeyen senior 2004 melangsungkan sidang kolokiumnya, penelitiannya mengenai evaluasi kesesuaian lahan. Sidang berlangsung layaknya sidang-sidang kolokium lainnya, sampai pada sesi pertanyaan yang memperbolehkan mahasiswa untuk turut bertanya. Salah seorang teman pun ikut berpartisipasi dengan menyampaikan hal-hal yang masih belum terlalu jelas untuk memuaskan rasa penasarannya. Satu dari beberapa pertanyaannya kurang lebih seperti ini :

“ Apakah skripsi yang anda buat hanya berdasarkan data-data sekunder yang anda peroleh dan dilakukan analisis lebih lanjut? Tidak adakah suatu model khusus yang digunakan dalam penelitian anda?”

Hmm,, itu juga sempat menjadi pertanyaan di benak, apa hanya menggunakan data-data sekunder itu saja sudah bisa menjadi penelitian dan skripsi?? Wawww,,, terdengar lumayan mudah, karna biasanya penelitian dalam disiplin ilmu perikanan kelautan tidak jauh-jauh dari laboratorium..

Pertanyaan pun di jawab oleh teh yeyen bahwa memang demikian adanya,, wah wah wah… seru juga,,, kemudian salah satu dosen penelaah yaitu Bapak Otong (yang terkenal dengan profesor mangrove) mengulas pertanyaan yang tadi diajukan sebelum menyampaikan hal-hal yang akan dipertanyakan dari beiau sendiri. Pak otong mengatakan bahwa pertanyaan tadi sedikit terdengar seolah-olah penelitian yang dilakukan dan skripsi yang dibuat kurang berbobot,, (well,, dalam hati tidak memungkiri bahwa memang sempat ada pikiran seperti itu). Kemudian beliau berkata bahwa sebenernya penelitian itu tidak melulu harus penelitian eksperimental yang akan berakhir di analisis laboratorium, survey juga merupakan salah satu metode penlitian. Bukan berarti dengan melakukan penelitian hanya dari study literatur menjadikannya tidak berbobot, sama sekali tidak. Perbedaan antara penelitian dengan metode survey dan metode eksperimental adalah pembentukan si peneliti. Peneliti yang menggunakan metode eksperimental akan menjadi seorang laboran, sedangkan menggunakan metode survey si peneliti dibentuk untuk menjadi seorang perencana, merencanakan sesuatu yang baru atau mengimprove menjadi lebih baik lagi dengan data-data menganalisis data-data yang diperoleh..

Terima kasih bapak untuk membantu membuka pemikiran kami (yang katanya orang-orang eksak) mengenai hal ini, dan memunculkan ide penelitian untuk menjadi seorang perencana. Heuheu… Kapan ya UP?? Judul juga belum punya (Curhat mode *ON)

~ by Historina Safitri Hakim on June 29, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: