RI Perpanjang Lagi Larangan Impor Udang Vanamae


Jakarta – Pemerintah kembali memperpanjang larangan impor udang vanamae. Larangan impor sebelumnya yang berakhir Juni 2009 kini diperpanjang 6 bulan hingga Desember 2009.

Berdasarkan aturan bersama Menteri Perdagangan dengan Menteri Kelautan dan Perikanan, larangan ini terkait masih beredarnya virus yang menyerang udang jenis vanamae di pasar internasional.

“Sedangkan Indonesia masih dalam upaya mengendalikan penyebaran virus tersebut di dalam negeri, sehingga dalam rangka melakukan upaya pencegahan masuknya udang tersebut ke wilayah Indonesia, perlu untuk melarang sementara impor udang spesies tertentu ke wilayah Indonesia,” demikian dikutip dari aturan yang dirilis Departemen Perdagangan, Kamis (25/6/2009).

Perpanjangan larangan impor udang vanamae itu tertuang dalam Peraturan Bersama Menteri Perdagangan dan Menteri Kelautan dan Perikanan bernomor 27/M-DAG/PER/6/2009 dan PB.02/MEN/2009 tentang larangan sementara impor udang spesies tertentu ke wilayah RI, tertanggal 24 Juni 2009.

Larangan impor udang ini sudah diperpanjang hingga beberapa kali. Larangan sebelumnya seharusnya berakhir pada Juni 2008. Jenis udang yang dilarang masuk ke wilayah RI sesuai dengan peraturan bersama ini adalah:

udang-dalam-detikcom

  • Udang kecil dan udang biasa beku dari spesies Penaeus Vanamae
  • Udang kecil dan udang biasa segar atau dingin dari spesies Penaeus Vanamae.

Udang vanamae yang tiba di pelabuhan Indonesia pada atau setelah tanggal ditetapkan Peraturan Bersama ini wajib direekspor ke negara asal atau dimusnahkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan biaya ditanggung oleh importir.

Selain udang jenis tersebut, maka yang dapat diimpor adalah udang dalam bentuk udang utuh. Impor hanya dapat dilakukan melalui:

  • Pelabuhan Laut: Belawan di Medan, Tanjung Priok di Jakarta, Tanjung Emas di Semarang, Tanjung Perak di Surabaya, Soekarno Hatta di Makassar.
  • Pelabuhan Udara: Polonia di Medan, Soekarno Hatta di Jakarta, Juanda di Surabaya, Sultan Hasanuddin di Makassar.

Importasi jenis udang yang tidak termasuk dalam aturan ini dan dalam bentuk udang tidak utuh (head less) yang sedang dalam proses pengapalan dari negara pengekspor ke wilayah Indonesia, tetap diperbolehkan dengan tenggang waktu paling lama 1 bulan sejak ditetapkannya aturan ini.(lih/qom)

sumber: detik.com

Pendapat pribadi : Bagus juga tuw,, RI punya sikap menanggapi virus-virus yang membahayakan produksi udang vanamae dalam negeri.  Tidak melulu berorientasi keuntungan tapi juga memikirkan keberlanjutan dan kelancaran produksi. Kalau saja masih ada orang-orang yang memajukan kepentingan pribadinya dalam “make money” maka kondisi perikanan dan kelautan indonesia akan terus jalan ditempat. Tapi timbul pertanyaan lain? mungkinkah benar2 dilarang atau hanya rekayasa media dalam perbaikan image pemerintah? Harus diamati lebih lanjut..

~ by Historina Safitri Hakim on June 25, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: