Teguran di Pagi Hari


Sungguh, laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan perempuan mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan uang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Alah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. (QS Al Ahzab 35)
Di tengah kebisingan jatinangor yang aktivitasnya perlahan tetapi pasti berkiblat kepada kota2 sibuk seperti jakarta, tanpa sengaja aku membaca ayat ini. Ayat yang mengarahkan kita memperoleh ampunan dan pahala-Nya dalam posisi kita sebagai laki-laki dan perempuan.

pagi-1

Sebagai seorang hamba Allah yang dilahirkan menjadi seorang perempuan, its ring a bell in my mind,,,yeah,, Untuk dapat memperoleh ampunan dan pahala dari Allah Maha pencipta ternyata pertama kita harus taat,, menaati fitrah kita dilahirkan ke dunia ini dalam tujuan Allah menciptakan kita sebagai abdullah,, Abdi Allah,, menyembah Allah,, Apa yang sudah kita lakukan sebagai wujud terima kasih kita atas kesempatan untuk menikmati indahnya dunia fana ini? Kebanyakan kita hanya mengingat Allah ketika kita telah lelah, menyerah dan mengangkat tangan sebagai tanda ketidaksanggupan atas segala ujiannya. Mengapa? Mengapa selalu seperti itu? Apakah itu juga termasuk fitrah manusia yang egois,, egois untuk sedikit mengingat sang penciptanya dalam kebahagiaannya, dalam pencapaian-pencapaian hidupnya?? Sebagian dari kita tidak demikian akan tetapi hanya diawal ketika kebahagiaan itu benar-benar menghampiri,, tetapi ketika kebahagiaan itu terus bersamanya maka perlahan lahan kita pun lupa kepadaNya.
Bukan, bukan itu yang dinamakan taat,, taat bisa dianalogikan seperti loyalitas. Loyalitas identik dengan pengikut kepada pemimpinnya atau yang diciptakan dengan yang menciptakannya. Selayaknya itulah yang kita lakukan kepada Allah sang pencipta kita,, Kita seharusnya menunjukkan loyalitas kita dalam setiap tindakan, dalam segaa keadaan.. yahh,,kemana loyalitas itu??
Selanjtnya dari ayat tersebut dikatakan bahwa hanya laki-laki dan perempuan yang benar dan menjaga kehormatannya. Wah,, seperti apa penjagaan kehormatan itu? Apakah kita tidak boleh keluar rumah dan menemui lelaki manapun bahkan tukang cilok? Ataukah sebagai seorang perempuan kita benar-benar harus menutupi aurat hingga tak nampak sedikitpun dan melihat dunia dibalik secarik kain kasa?? Masih dipertanyakan,, tapi mungkin sebatas menjaga fitrah kita sebagai seorang wanita seperti di QS Al Ahzab 32 agar kita sepatutnya tidak menunduk (melemah) dan melembutkan suara. Berarti kepala ini harus terus didongakkan? Masa iya sie? Atau harus bersuara keras dan tegas sepanjang waktu? Wah jadi kayak Margaret Teacher nanti,,, Hmmm,,, ambil kesimpulan pribadi aja deh,,, perempuan yang menjaga kehormatannya adalah perempuan yang tetap dalam koridornya sebagai perempuan tanpa harus terlalu saklek dalam perjalanannya. Boleh membentengi tapi bukan mengisolasi.. Ya ya ya…sepertinya kalimat terakhir tepat. Tetap berinteraksi tanpa melupakan batas-batas yang wajib dijaga. Hmmm….
Lalu lalu,, firman Allah mengakatakan bahwa laki-laki dan perempuan yang sabar dan banyak menyebut nama Allah yang bisa mendapatkan ampunan dan pahalaNya. Sabar yang seperti apa ya? Dalam hal apa? Hmm,, sepertinya sabar dalam menghadapi cobaan, baik itu cobaan-cobaan hidup dalam membentuk pribadi kita yang sekuat karang dipinggiran pantai,, maupun cobaan-cobaan dalam mempertahankan apa yang harus dipertahankan, seperti godaan-godaan sebagai seorang perempuan untuk mempercantik fisik dan merapikan pakaian. Yah tapi ya Allah,, sekali-sekali boleh ya berias,, baju-baju bagus kan juga gak salah,,hehehe,, boros2 dikit buat beli sesuatu untuk diri sendiri tapi terlihat orang lain,,gapapa ya..tapi janji kok diusahakan untuk tidak terlalu berlebihan.
Kemudian laki-laki dan perempuan yang berpuasa, bersedekah dan khusyuklah yang akan mendapat maghfirah dan pahala dariNya. Khusyuk dalam solat maksdnya?? Yaa… solat adalah salah satu bentuk pengabdian kita kepada Allah. Khusyuk yang dimaksdkan mungkin dengan memfokuskan dan menghayati ibadah-ibdah kita seperti solat,, puasa, sedekah, dan ibadah lainnya hanya untuk tujuan mencapai ridha Allah semata, tidak lebih. Jadi inget satu kalimat dalam taklim,, jika tujuanmu adalah ridho Allah maka pencapaian2 dunia akan merangkak dengan sendirinya kepadamu. Jadi ga ada ruginya sebenernya menjadikan ridha Allah sebagai tujuan utama kita dalam melakukan segalanya.
Banyak-banyaklah menyebut nama Allah karna sesungguhnya jika hal tersebut terus kita lakukan maka hati ini akan merasakan getaran yang berbeda dari asma-asmanya. Ujian itu pasti adanya seperti yang tertulis dalam Al Baqarah 214,, Bagaimana mungkin kita mengharapkan syurga jika belum datang ujian kepada kita… tidak mungkin. Segala sesuatu pasti ada ujian dalam peraihannya. No pain no gain.
Kebisingan itu perlahan menghilang dan pergi,, berganti perenungan panjang akan beribadah kepada Allah. Terima Kasih Allah,, sekali lagi perlajaran itu Kau berikan.

~ by Historina Safitri Hakim on June 24, 2009.

2 Responses to “Teguran di Pagi Hari”

  1. hmm…
    ini bukti kalo di dalam Islam yang namanya laki2 dan perempuan itu sama…
    bo’ong banget kalo ada yang bilang Islam gak menjunjung kesetaraan gender!😉

  2. setuju mi,,,
    wahhh kamu menyoroti hal yang aku lewatkan…
    bener banget yaa… gak ada tuw namanya berat sebelah..
    makasih mi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: