Surat Untuk Mujahidahku


Mujahidahku apa kabar?
Semoga engkau saat ini baik-baik saja
Penatku, penatmu saat ini semoga tetap di jalan-Nya
Semoga mendung ini kau nikmati juga
Supaya kau merasa sejuk setelah seharian bercampur debu

Mujahidahku…
Aku rindu dalam rindu-rindu tentang takdir kita
Semoga saat ini penghulu kita menjagamu,
Melindungimu di jalan yang terik atau di lautan yang berdebur…
Atau… bahkan di musim yang berbeda?
Aku tak pernah tahu
Namun, tahukah kau?aku selalu yakin akan skenario-Nya

Mujahidahku….
Semoga saat ini dia menjaga hatimu, mata, pendengaran
Jiwamu, semuamu… (ehmm!) untukku…!
Pun aku, semoga Dia membantuku untuk menjaga kehornatanku,
Jiwaku… jasadku, semuaku… untukmu! Karena-Nya semata.

Mujahidahku…. tahukah kau?
Saat ini aku berdoa untuk keselamatanmu
Semoga saat ini engkau mesih teguh di jalan yang Ia bentangkan untukmu

Mujahidahku…
Saat penat- penat pikir dan jasad begitu menggila
Saat kumpara-kumparan dakwah ini mengajak kita berputar bersamanya….
Sungguh, aku hanya berharap Dia ridha atas apa yang aku
dan engkau lakukan (meskipun kau entah di mana)

Mujahidahku, entah kau dimana…
Aku tak hendak melukis jasadmu,
Aku tak hendak mereka-reka, menebak-nebak tentangmu!
Sebab mujahidahku… tahukah kau?
Aku mencintaimu sebelum mata ini memandang, sebelum telinga ini mendengar
Sebelum hal-hal fisik merusak semua ketulusanku atas siapa pun kau!
Dan aku… ingin menjaganya tetap begitu: SEDERHANA
Ah, Mujahidahku… semoga kau lantunkan doa yang sama pada Pemilik kita
Sebab takdirku dan takdirmu ada di genggaman-Nya
Dan kita? Tak pernah tahu

Mujahidahku….
Dalam sujud-sujud panjangku, aku merayu-Nya,
menyelipkan doa semoga aku pantas mendampingimu
Entah… siapa kau, di mana saat ini adamu… namun…
Ada hormat, ada rindu, kepercayaan,
yang memberiku selaksa energi tulus

Mujahidahku, sungguh aku hanya ingin menjaga diriku, jiwaku
Mempersiapkannya… menempanya
Agar jika suatu saat Dia berkehendak, dan membuat skenario tentang kita,
aku telah siap mendampingimu
Dan kita akan tapaki jalan dakwah yang kita pilih dan kita cintai
Hingga hanya Allah muara akhir semua cita.

“Untuk seorang yang dijanjikan Allah, di saat yang hanya Allah mengetahuinya…!”

PS :Thx udah boleh ngopy puisinyaa…
keren,,,

~ by Historina Safitri Hakim on June 22, 2009.

7 Responses to “Surat Untuk Mujahidahku”

  1. Cepet dateng dooonk… (^_^)

  2. hahahaa,,, k ifan pake id bayangan,,,
    udah mupeng yaa… doa n usaha kak,,,😛

  3. mujahidhku lagi kebulan,,
    mw dijemput dulu nie,,
    buat pesawat luar angkasa dulu,,ga mw pulang sendiri klo ga dijemput..
    mujahidahku……….
    (sapa coba)…hmb……
    T.T

  4. wah jadi terharu,so sweeet…..

  5. bagus y kak fidon,, jemput tuw sie “dia” yang di lampung,,hehehe

  6. pantes dmasukin k sweetest things! Emg so sweet c! Heuheu.. Amin amin amin (hanya sanggup mengamini) heu

  7. bagus kan,, so sweett,,, hehehehee,,, semangat,,, kalo kita makin baik,, dapet yg baik juga deh,, tapi jangan lupa karna Allah,, bukan karna ikhwan2,, hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: