KCB dan Ayat-ayat Cinta


KCBHari pertama penayangan perdana KCB di Jatos tepatnya kamis, 11 juni 2009, dipenuhi oleh berbagai kelompok manusia dengan stadia (halah,, emang udang..) umur yang berbeda2,, mulai dr mahasiswa,, warga setempat beserta keluarganya,, anak2 sma,, sampe setingkat dosen pun ikut antri penasaran ingin tau seperti apa film ke-2 yg diangkat dr novel kang abik.
Antusias n rasa penasaran yang memenuhi obrolan2 sekelompok orang diawal sebelum penayangan ternyata berganti menjadi gumam2 kekecewaan yang hadir saat mengakhiri film KCB tersebut. samar terdengar “wah,, ternyata kayak sinetron”.. ” masa pake bersambung sie?”… “konfliknya kurang greget”…”aktingnya kurang natural”… “mellownya g dapet” ..”KCB = Ketika Cerita Bersambung” dan komentar2 lainnya.
Histor yang pada saat itu belum nonton masih tetap penasaran dan tidak terpengaruh dengan komentar2 yg lain. Ternyata setelah ditonton,, well,, emang bener kayak sinetron coz pake “to be continued..” agak aneh dan menyebalkan emang,, penasarannya kan jadi g selesai. TApi overall setelah dibandingin sama ayat2 cinta film pertama yg diangkat dr novel kang abik itu, menurut histor KCB sudah banyak perbaikan, diantaranya :

1. KCB sudah berhasil menyampaikan apa yang ingin disampaikan kepada penontonnya, contohnya:
– tentang poligami,, bukan berarti mengharamkan, hanya saja mengacu kepada jus 7 kitab al mughni karya ibnu khudamah (kalo g salah) kita punya hak untuk tidak bersedia dipoligami,,
– tentang itsar (mendahulukan orang lain), ternyata kita boeh melakukan itsar jika urusannya adalah diluar ibadah, kalo termasuk ibadah maka diri kita yg harus didahulukan, termasuk dlm urusan menikah. jadi buat yg mau nikah, perjuangkan dulu hak kita diatas orang lain,, tapi jangan sampe kita melamar diatas lamaran orang lain,, karna itu jadinya menyakiti saudara sendiri…
– Tentang cinta sejati, cinta sejati itu menyembuhkan bukan menyakiti,, nah kalo cinta udah jadi menyakiti berarti itu udah syahwat dasarnya,, yg bisa menyembuhkan syahwat hanya rasa cinta n rindu kita ke Allah Azza wa Jalla.
– Tentang nikah, nikah itu gak cukup cuma dengan firasat, kita juga harus tau orangnya, minimal pernah liat, tapi bukan jadi excuse buat kita untuk pacaran,,jadi inget adegan hafiz dan cut mala,, dy take=in cut mala sama abangnya,si fadhil, hehehe..
– Perbedaannya dengan ayat2 cinta, nilai yang disampaikan lebih banyak dan lebih jelas pemberian contoh n aplikasinya.
2. Pemeran KCB memang belum terlalu baik aktingnya, wajar,, karna mereka pemeran2 baru yg diseleksi dr hasil kompetisi dan belum berpengalaman banyak. Akan tetapi hal ini membantu pembentukan image yang mendekati karakter asli dalam novelnya. Sedangkan di film ayat2 cinta, pemeranan tokoh novel dan film agak tidak sesuai meskipun fisically mendekati. Image aktor dan aktris yg dibawa sebelumnya masih melekat dan akhirnya agak kurang sesuai.

ayat-ayat-cinta-the-movie

3. Interaksi antar lawan jenis sangat terjaga. Karna memang tokoh terpilih yang berperan didalamnya bukan muhrim maka adegan2 yg menunjukkan ikhtilat pun sangat minim bahkan bisa dibilang tidak ada,, akan tetapi tetap tersampaikan hubungan antar pemain. conto: peran cut mala dan fadhil abangnya. mereka tetap kontak mata, akan tetapi tidak bersentuhan.
4. Feeling Falling in love n sejenisnya tetap terasa tanpa harus membayangkan atau menampilkan hal2 yg tidak seharusnya dilakukan dalam berinteraksi. Seperti kata uje, film KCB adalah film kasih sayang bukan film kasih syahwat.
5. Masalah konflik yang kurang greget, memang iya,, tapi sebenernya itu karna sie pembuat film masih akan menghadirkan sesi 2 KCB, jadi KCB 1 hanya untuk mengawai saja,, sepertinya di KCB 2 akan banyak konflik.
Yang perlu kita, sebagai penikmat film, lakukan adalah mengapresiasi… ada perbaikan dalam perfilman indonesia mengarah ke film2 edukatif dan nuansa keislaman yg semakin kental. Dibandingkan dengan perkembangan film2 hantu, pocong, dl yng kurang mendidik dan lebih kepada pengecilan jiwa (menakut2i) dan pornografi pornoaksi, tentunya film2 seperti KCB jauh lebih baik. Jangan sampe kita ((terutama histor) mendengar lagi komentar2 dr teman2 negara lain bahwa indonesia terkenal sebagai ghost heaven,,, tidaaaakkkk….

~ by Historina Safitri Hakim on June 22, 2009.

4 Responses to “KCB dan Ayat-ayat Cinta”

  1. aku belom nonton… katanya sih seru…

  2. ya ampuunnnn udah keburu basiii,,,
    buru nonton,,, lumayan kq,,, jangan diliat dr acting ato beberapa scene yg rada aneh n maksa tapi isinya keren!!

  3. iya sih film kcb & ayat2 cinta trbilang film yg bagus dan bisa di bilang layak dapet piala citra.. tapi,kebanyakan film indonesia itu kan di ambil dari novel yang emang udah best seller(lebih suka baca novelnya),,jadi salut sama penulis ceritanya.
    terus berkarya perfileman indonesia…

  4. bener juga sie dana,,, tapi gak juga dan,, film garuda di dadaku n KING juga bagus,, n itu g based on novel,,,jadi intinya emang ada peningkatan kualitas dalam perfilman indonesia..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: