Konservasi Tanah dan Air


Kuliah Konservasi 14 Oktober 2008, mungkin bisa menambah pengetahuan teman-teman.

Permasalahan lahan perairan ada 3 bagian yaitu masalah erosi tanah (sedimentasi badan-badan perairan), masalah kekeringan & banjir (tidak maksimalnya daerah resapan air), dan masalah pencemaran (Analisis Amdal yang tidak diaplikasikan dengan menyeluruh). Ketiga permasalahan utama dalam lingkungan perairan ini saling terkait satu sama lain.

Hutan yang gundul karena penebangan liar untuk kepentingan industri menyebabkan berkurang bahkan hilangnya daerah resapan yang menjadi sumber air pertama dan utama. Masalah penurunan kemampuan tanah untuk sebagai daerah resapan air (catchment area) menyebabkan turunnya hujan tidak lagi menjadi berkah air sebagi sumber kehidupan kita malah sebaliknya menjadi sumber bencana banjir karena air sudah tidak mampu lagi menyerap derasnya air mengalir di permukaan terutama pada daerah lereng pegunungan dan daerah dengan kemiringan yang tinggi. Selanjutnya yang terjadi adalah pengikisan tanah (erosi) yang berlebihan yang membawa unsur2 hara daerah dataran tinggi (sehingga kekurangan unsur hara) dan menyebabkan eutrofikasi atau kelebihan N dan P yang menjadi parameter kualitas air dan menjadikan badan-badan perairan di dataran rendah mengalami sedimentasi perairan yang tinggi. Ketidakseimbangan ini tentu sangat berpengaruh dalam konstruksi ekosistem di dalamnya.

Sedimentasi badan-badan perairan ini sayangnya bukan menjadi faktor negatif dilihat oleh manusia pada umumnya akan tetapi menjadikannya lahan bisnis baru dengan membangun pemukiman diatasnya. Walhasil, luasan perairan di Indonesia menjadi berkurang dan berpengaruh terhadap keberlanjutan sumbrdaya hayati dan non hayati kedepannya.

Dewasa ini banyak sekali perusahaan yang menjadikan pembangunan kanal untuk mengatasi banjir dan konstruksi tambahan lain dalam menciptakan perumahan yang tidak rawan banjir sebagai nilai lebih dari real estate yang dibangunnya. Padahal jika kita sebagai manusia bisa menjalin hubungan baik dengan alam semenjak dini, tidak seharusnya menganggarkan mencantumkan point tambahan dalam pembangunan konstruksi lainnya untuk mengatasi banjir. Akan tetapi bukan berarti sudah terlambat untuk memperbaiki dn menjaga kelestarian lingkungan kita dengan tindakan rasional dan bijak dalam pemanfaatannya.

Berikut beberapa cara untuk mengatasi masalah-masalah perairan di Indonesia yang notabene 70% dengan kemiringan lahan yang tinggi dan curah hujan yang tinggi sehingga mudah tererosi air, yaitu dengn menjaga sumber air pertama dengan memperbaiki daerah resapan :

1. Pembangunan TERASERING (terracing). Dengan memotong lahan yang miring menyerupai bentuk tangga agar air yang mengalir diatasnya memiliki waktu untuk menyerap di potongan datar tersebut. Dan setiap sudut-sudut potongan ditanami tanaman (c/:rumput) untuk menahan air dan menyerapnya.

2. Membuat SUMUR SERAPAN (Absorbing  Well). Cara ini mudah untuk diaplikasikan di rumah teman-teman. Air hujan yang turun dialirkan melalui talang air kemudian ditampung ke dalam sumur yang dibuat dengan dinding tanah agar dapat menyerap air yang masuk. Sangat efektif untuk menjaga agar air sumur di rumah teman-teman tetap terjaga(tidak habis).

3. Membuat Cekdam (semacam bendungan) dengan dinding tembok. Diuat pada alur sungai yang besar yang berfungsi untuk menahan arus air yang terlalu deras sehingga memiliki waktu untuk terserap ke dinding-dinding bendungan.

4. Small cekdam untuk sungai kecil dengan aliran air yang tidak terlalu kencang. Sisi-sisinya terbuat dari tumpukan batu sehingga lumpur tertahan dan air dialirkan pada sumur yang terdapat di hilir cekdam. Berfungsi untuk mengurangi erosi tebing sungai.

5. Gully plug (SUmbat Erosi). Untuk aliran anak sungai yang mampu menggerus dengan cepat sehingga membentuk gully erotion menyerupai tebing yang curam (bentuknya semacam palung).

6. Penahan Tebing untuk sungai-sungai dengan tebing yang curam (kemiringan yang tinggi) dengan tumpukan batu pada daerah aliran agar tidak terjadi erosi.

Materi yang menarik, dan perlu dipertimbangkan dalam pengaplikasiannya ke lahan perairan maupun pekarangan rumah teman-teman.

-semoga bermanfaat-

About these ads

~ by Historina Safitri Hakim on November 5, 2008.

One Response to “Konservasi Tanah dan Air”

  1. Wah dejavu ama mata kuliah Prof. Otong

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: